Program Studi Sastra Indonesia UNY Gelar Pelatihan Voice Over bagi Siswa SMP Muhammadiyah 1 Berbah

Sleman, 13 Juni 2026 — Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa Pelatihan Voice Over bagi Siswa SMP Muhammadiyah 1 Berbah, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 20 siswa dan menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Pelatihan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, khususnya dalam bidang komunikasi berbasis audio dan audiovisual. Saat ini, keterampilan olah suara tidak hanya dibutuhkan dalam komunikasi sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian penting dalam berbagai produk media seperti video pembelajaran, podcast, iklan layanan masyarakat, konten media sosial, hingga produk jurnalistik digital.

Salah satu tim pengabdi, Yayuk Eni Rahayu, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui penguatan kompetensi generasi muda.

“Pelatihan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan keterampilan komunikasi yang relevan dengan kebutuhan era digital,” ujarnya.

Kepala SMP Muhammadiyah 1 Berbah, Tri Muriania Budianto, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan voice over menjadi sarana strategis bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri sekaligus meningkatkan literasi digital.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa dalam mengembangkan kemampuan komunikasi dan potensi mereka di bidang voice over. Selain itu, program ini juga menjadi langkah penting dalam pengenalan literasi digital di lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Kegiatan pelatihan dibagi ke dalam tiga sesi utama. Sesi pertama menghadirkan Ahmad Wahyudin yang menyampaikan materi tentang voice over sebagai produk jurnalistik. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa perkembangan media digital telah membuka ruang yang luas bagi penggunaan voice over dalam produksi berita, dokumenter, konten edukatif, dan berbagai media informasi lainnya.

Menurutnya, pelatihan ini penting untuk membekali siswa dengan kemampuan komunikasi lisan yang efektif dan adaptif terhadap perkembangan media.

Sesi kedua diisi oleh praktisi voice over, Anggita Rachmawati. Pada sesi ini, peserta mendapatkan materi praktik dasar olah vokal yang mencakup teknik pernapasan, artikulasi, intonasi, tempo, dan ekspresi suara. Materi ini dirancang untuk membantu siswa memahami pentingnya teknik vokal dalam menyampaikan pesan secara jelas, menarik, dan komunikatif.

Sesi ketiga menjadi bagian inti dari kegiatan, yaitu praktik dan simulasi voice over oleh peserta. Dalam sesi ini, siswa diberi kesempatan untuk membaca berbagai jenis naskah, mulai dari teks berita, narasi edukatif, hingga iklan layanan masyarakat. Praktik dilakukan secara langsung dengan pendampingan narasumber dan tim pengabdi.

Melalui simulasi tersebut, siswa tidak hanya berlatih teknik vokal, tetapi juga belajar menghayati isi teks, mengatur tempo bicara, dan membangun ekspresi suara yang sesuai dengan konteks. Hasil latihan kemudian dievaluasi bersama untuk memberikan masukan konstruktif terkait kualitas suara, artikulasi, dan performa penyampaian.

Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Para siswa aktif mengikuti setiap sesi, menunjukkan minat yang besar terhadap dunia voice over dan produksi media berbasis suara.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Sastra Indonesia UNY berharap dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan keterampilan komunikasi siswa sejak dini, sekaligus mendorong peningkatan literasi media di kalangan generasi muda agar lebih siap menghadapi tantangan komunikasi di era digital.