Bahasa Indonesia
English
You are here
Menumbuhkan Minat Baca dari Lereng Merapi, Mahasiswa Sastra Indonesia Hadirkan Pojok Baca

Sleman- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dari Program Studi Sastra Indonesia mengadakan program kerja Pojok Baca di SD Negeri Kepuharjo, Kalurahan Kepuharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 10 September 2026. Program tersebut dilaksanakan oleh Muhammad Haidar, Wulan Sabrina, Talent Unggul, dan Yoga Kusumantoro sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan budaya literasi di lingkungan sekolah. Kegiatan diwujudkan melalui pengadaan buku bacaan yang nantinya dapat dimanfaatkan siswa untuk menambah pengetahuan sekaligus membangun kebiasaan membaca.
SD Negeri Kepuharjo merupakan salah satu sekolah yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) III, tepatnya di kawasan lereng Gunung Merapi. Sekolah tersebut berjarak sekitar 10 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Letaknya yang berada di kawasan rawan bencana menjadi salah satu gambaran kehidupan masyarakat yang berdampingan dengan kondisi alam Gunung Merapi. Meski demikian, keadaan tersebut tidak menyurutkan semangat siswa untuk terus belajar dan menuntut ilmu. Aktivitas pendidikan tetap berjalan dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat di kawasan Kepuharjo.
Di tengah kondisi tersebut, pendidikan menjadi salah satu hal yang perlu terus diperhatikan. Tidak hanya berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, tetapi juga bagaimana siswa memperoleh akses terhadap berbagai sumber pengetahuan. Salah satunya melalui ketersediaan buku bacaan yang dapat dibaca secara mandiri. Buku dapat menjadi jendela bagi siswa untuk mengenal berbagai pengetahuan, cerita, budaya, maupun informasi yang tidak selalu mereka dapatkan melalui pembelajaran di kelas.
Gagasan program Pojok Baca berawal dari hasil observasi yang dilakukan mahasiswa KKN di SD Negeri Kepuharjo. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menemukan bahwa ketersediaan buku bacaan di dalam kelas masih sangat terbatas. Hampir tidak ditemukan buku bacaan yang dapat diakses siswa secara bebas di luar kegiatan pembelajaran. Kondisi tersebut menjadi perhatian mahasiswa karena lingkungan sekolah seharusnya tidak hanya menjadi tempat siswa menerima materi pelajaran, tetapi juga ruang yang mampu mendorong tumbuhnya rasa ingin tahu dan kebiasaan membaca.
Keberadaan pojok baca diharapkan dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk menghadirkan ruang literasi yang lebih dekat dengan siswa. Dengan adanya buku yang dapat dibaca ketika memiliki waktu luang, siswa memiliki kesempatan untuk mengenal kegiatan membaca tanpa harus selalu menunggu instruksi dari guru. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat tumbuh secara perlahan hingga membaca menjadi bagian dari keseharian siswa.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN berupaya meningkatkan budaya literasi melalui pengadaan buku yang diperoleh dari donasi teman-teman yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan dan ingin turut serta dalam upaya memerdekakan literasi. Buku-buku yang terkumpul kemudian ditempatkan sebagai bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan oleh siswa. Pengadaan buku ini menjadi bentuk kolaborasi sederhana antara mahasiswa dan lingkungan sekitarnya untuk mendukung kebutuhan literasi di sekolah.
Program tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan buku. Mahasiswa KKN juga memberikan sosialisasi mengenai pentingnya membaca kepada siswa. Sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman bahwa membaca bukan sekadar kegiatan yang dilakukan ketika mendapat tugas dari guru. Membaca dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus memberikan berbagai manfaat bagi perkembangan pengetahuan dan cara berpikir siswa.
Melalui sosialisasi tersebut, siswa diajak untuk membangun kebiasaan membaca sesuai dengan minat mereka. Buku cerita, pengetahuan umum, maupun berbagai jenis bacaan lainnya dapat menjadi sarana bagi siswa untuk memperluas wawasan. Semakin sering siswa berinteraksi dengan bahan bacaan, semakin banyak pula pengetahuan dan informasi yang dapat mereka peroleh.
Pojok Baca juga diharapkan tidak berhenti sebagai program yang hanya berlangsung selama pelaksanaan KKN. Keberadaan buku-buku yang telah disediakan dapat terus dimanfaatkan oleh siswa dan sekolah setelah mahasiswa menyelesaikan kegiatan KKN. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan sekolah, khususnya dalam membangun budaya literasi.
Melalui program Pojok Baca ini, mahasiswa KKN UNY berupaya berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyediaan akses terhadap bahan bacaan serta penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah. Program tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, yang mendorong terwujudnya pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
Peningkatan literasi sejak usia sekolah diharapkan dapat menjadi langkah kecil dalam membentuk generasi yang berpengetahuan, kritis, dan memiliki semangat untuk terus belajar. Dari sebuah pojok baca sederhana di SD Negeri Kepuharjo, mahasiswa KKN berharap dapat menumbuhkan kebiasaan membaca yang memberikan dampak lebih luas bagi siswa dan lingkungan sekolah. Upaya tersebut menjadi bagian kecil dari kontribusi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
Sistem Informasi
Kontak Kami
Program Studi Sastra Indonesia
Gedung Kuliah I (GK I) FBS UNY
Kampus Karangmalang, Yogyakarta, 55281
Lokasi
Copyright © 2026,