Bahasa Indonesia
English
You are here
Melalui Atomic Habits, Mahasiswa Sastra Indonesia UNY Dorong Kebiasaan Membaca Anak-anak Dusun Manggong

Kepuharjo – Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tergabung dalam tim KKN-M 31788, Axxel Alfaireza, mengadakan kegiatan sosialisasi mengenai pembentukan kebiasaan membaca bagi anak-anak di Dusun Manggong, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan tersebut menggunakan konsep Atomic Habits sebagai pendekatan untuk mengenalkan pembentukan kebiasaan melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
Kegiatan ini mengenalkan kepada anak-anak bahwa kebiasaan membaca dapat dibangun secara bertahap. Mereka tidak langsung diarahkan untuk membaca dalam jumlah banyak, tetapi diajak memulai dari aktivitas sederhana yang mudah dilakukan dan sesuai dengan minat mereka. Konsep tersebut diadaptasi dari buku Atomic Habits karya James Clear yang membahas pembentukan kebiasaan melalui perubahan kecil secara bertahap.
Sesi sosialisasi diawali dengan penjelasan mengenai pengertian kebiasaan dan proses pembentukannya. Anak-anak diberikan contoh bahwa kebiasaan membaca dapat dimulai dari kegiatan sederhana, seperti membaca beberapa halaman, membaca dalam waktu singkat, atau memilih bahan bacaan yang sesuai dengan hal yang mereka sukai.
Dalam penerapannya, konsep Atomic Habits diarahkan pada pembentukan kebiasaan yang mudah dilakukan. Aktivitas membaca tidak ditempatkan sebagai kegiatan yang harus dilakukan dalam jumlah besar, tetapi sebagai aktivitas sederhana yang dapat dilakukan secara konsisten. Membaca juga dikaitkan dengan kegiatan menghasilkan karya sehingga anak-anak dapat menggunakan informasi dan ide yang diperoleh dari bacaan untuk mengembangkan kreativitas. Anak-anak kemudian diberikan kesempatan untuk menentukan kegiatan yang ingin mereka lakukan. Mereka diajak memikirkan sesuatu yang ingin dibuat dengan tetap berfokus pada aktivitas membaca. Dari pilihan tersebut, anak-anak memilih untuk membuat cerita.
Setelah menentukan ide, anak-anak mengembangkan gagasan tersebut menjadi sebuah cerita. Proses ini memberikan kesempatan kepada mereka untuk membaca sekaligus mengolah informasi dan mengembangkan gagasan dalam bentuk karya. Dengan demikian, aktivitas membaca tidak berhenti pada memperoleh informasi, tetapi dilanjutkan dengan kegiatan kreatif sesuai dengan minat anak-anak.
Kebebasan memilih juga menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Anak-anak dapat menentukan gagasan dan jenis karya yang ingin mereka buat. Pilihan tersebut membuat aktivitas membaca dapat dikaitkan dengan minat dan kreativitas mereka.
Melalui kegiatan ini, konsep Atomic Habits tidak hanya diperkenalkan melalui pemaparan materi, tetapi juga melalui praktik langsung. Anak-anak diajak memahami bahwa membangun kebiasaan dapat dimulai dari aktivitas sederhana yang mereka sukai dan dilakukan secara konsisten.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman kepada anak-anak bahwa membaca dapat dilakukan secara bertahap dan dapat dikembangkan menjadi aktivitas kreatif. Dengan memulai dari langkah kecil, anak-anak mendapatkan kesempatan untuk membangun kebiasaan membaca sekaligus mengembangkan kemampuan dalam menghasilkan karya. Kegiatan sosialisasi ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam penguatan kemampuan literasi anak. Penerapan konsep Atomic Habits melalui aktivitas membaca yang sederhana dan dilakukan secara bertahap juga memberikan pengalaman belajar yang dapat mendorong terbentuknya kebiasaan literasi. (Axxel/Mhs)
Sistem Informasi
Kontak Kami
Program Studi Sastra Indonesia
Gedung Kuliah I (GK I) FBS UNY
Kampus Karangmalang, Yogyakarta, 55281
Copyright © 2026,