Menata Bahasa, Menguatkan Administrasi: Refleksi PkM Dosen Sasindo di SMK Negeri 6 Yogyakarta

            Yogyakarta. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tentang penulisan tata naskah surat dinas telah dilaksanakan di SMK Negeri 6 Yogyakarta pada 4 Mei 2026 yang diketuai oleh Dr. Siti Maslakhah, S.S., M.Hum. Meskipun telah berlalu beberapa bulan, kegiatan tersebut tetap menyisakan pembelajaran penting mengenai hubungan antara ketepatan berbahasa, profesionalitas, dan tertib administrasi di lingkungan sekolah. PkM ini memberikan penguatan kepada peserta yaitu siswa, guru, dan tenaga kependidikan mengenai kaidah penulisan surat dinas. Materi pertama kegiatan tentang pengenalan surat dinas yang disampaikan oleh Haryanto, S.S., M.A. Materi ini sebagai dasar bagi peserta untuk memahami fungsi, karakteristik, dan penggunaan surat dinas dalam lingkungan pendidikan, dunia kerja, maupun organisasi. Materi kedua, teknik menulis surat dinas yang disampaikan oleh Lidwina Chastity Maya Yulita, M.A. Selanjutnya materi Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) edisi kelima dan penggunaan kalimat efektif yang disampaikan oleh Munariswati, S.S., M.Hum.

           Dalam pelaksanaannya, peserta mencermati berbagai unsur surat dinas, mulai dari kepala surat, nomor, lampiran, perihal, alamat tujuan, salam pembuka, isi, penutup, hingga tanda tangan. Setiap unsur memiliki fungsi khusus dan kesalahan kecil dalam penulisan dapat memengaruhi kejelasan informasi serta kualitas surat yang dihasilkan. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa surat dinas tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi tertulis, tetapi juga merepresentasikan profesionalitas suatu lembaga. Penulisan yang tertib, jelas, santun, dan sesuai kaidah dapat membangun kepercayaan penerima/ pembaca terhadap institusi pengirim. Salah satu pelajaran penting dari pelaksanaan PkM ini adalah perlunya ketelitian dalam menggunakan bahasa resmi. Kalimat dalam surat dinas harus ringkas, logis, dan tidak menimbulkan penafsiran ganda. Pemilihan kata juga harus sesuai dengan hubungan antara pengirim dan penerima surat agar  lembaga dapat menyampaikan informasi secara efektif.

          Kegiatan PkM ini juga menegaskan pentingnya pembelajaran berbasis praktik. Pemahaman mengenai tata naskah dinas tidak cukup melalui penjelasan teori saja. Peserta berlatih mengidentifikasi kesalahan, menyunting kalimat, dan menyusun surat sesuai dengan kebutuhan administrasi sekolah maupun keperluan pribadi seperti surat lamaran kerja. Proses tersebut membantu peserta PkM menerapkan kaidah kebahasaan dalam kebutuhan nyata.  Refleksi lainnya berkaitan dengan pentingnya standarisasi format surat. Standar penulisan yang terukur dapat mempermudah pengelolaan dokumen, mempercepat pelayanan administrasi, dan mendukung penataan arsip. Standardisasi juga dapat mengurangi perbedaan bentuk surat yang berpotensi menimbulkan kebingungan. Perkembangan teknologi turut mengubah pengelolaan surat dinas. Dokumen kini banyak dibuat dan dikirim dalam bentuk digital. Namun, perubahan media tidak mengurangi pentingnya ketepatan struktur, bahasa, dan etika komunikasi. Kemampuan menulis surat dinas tetap dibutuhkan, baik dalam dokumen cetak maupun dokumen elektronik.

          Pelaksanaan PkM di SMK Negeri 6 Yogyakarta juga memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah. Kolaborasi tersebut menjadi sarana untuk menerapkan pengetahuan akademik sesuai dengan kebutuhan lembaga pendidikan. Pada saat yang sama, persoalan yang ditemukan di lingkungan sekolah dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan kegiatan pengabdian berikutnya.

Jadi PkM dengan judul ini dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman bahwa tertib administrasi berawal dari ketepatan menata bahasa. Surat dinas yang disusun dengan benar dapat memperjelas informasi, mendukung pelayanan, dan memperkuat citra profesional sekolah. Oleh karena itu, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh perlu diterapkan dalam kebutuhan administrasi sehari-hari.

 

Label Berita: